Sejarah dibangu…

Sejarah dibangun diatas beberapa hal,

Pertama, orang yang menang dan terus mencari legitimasi atas kemenanganya,

Kedua, orang yang kalah dan terus membela hak-haknya sambil survive bersama kekalahanya, atau mengambil kenekatan dari apa yg tersisa

Ketiga, orang yang menang dan mendustai kemenanganya ia lari dg perasaan bersalah pada mereka yg terpaksa dikalahkan, merana dan menderita atas penderitaan mereka yg terpaksa disebut pihak yg kalah

Keempat, orang yg kalah, tapi memenangkan pergulatan nilai, ia tak menang tapi dimenangkan oleh dirinya, kesahajaan, nrima dan bertahan dalam tatanan yg ada seraya berjiwa besar ikut memberikan salam kemenangan pada si pemenang

Setidaknya itulah kisah dalam novel-novel, sudut pandang personal yg menjadi ruh dalam tubuh sejarah kemanusiaan

Jika para senio…

Jika para senior dulu berbicara anti kemapanann dg menolak lulus, dan anti pns, saya kira zaman telah berubah sindrom nakamura yg didoktrinkan cukup jadi ctatan sejarah saja, hari ini siapa pun wajib tolak kemapanan dg lanjut studi sampai doktor “agar kita bisa bilang sekolah itu tak ada guna, karna setelah jenjang tertinggi toch kita msh harus belajar dari kehidupan”, dan berjuang dari jalur apapun yg bisa kita kerjakan, era baru ini kita warnai dg inovasi, kreatifitas kesungguhan, sambil seraya menapakan kaki dalam tradisi agung budaya leluhur,,,
“Ngeli o’ tapi aja keli” pesan njeng sunan kalijaga

-hafidz arfandi

Menunjukkan Kebenaran …..

Menunjukkan kebenaran kepada orang lain, akan lebih dahsyat dan dihormati, apabila dilakukan dengan memahamkan kebenaran yang kita yakini, tanpa perlu “merasa wajib” menjelekkan (apalagi mengklaim) semua yang berbeda dan tidak kita yakini. Sependek pengetahuan kita, itu pula lah yang akan keluar dari lisan kita.
Wallahu a’lam….

-zaid markama, ketua PB PII 2006-2008